5 Cara Melamar Kerja Via Email dengan Benar dan Efektif

Cara Melamar Kerja Via Email – Apakah Anda tahu cara efektif melamar melalui email? Bagi lulusan baru yang masih membutuhkan banyak pengalaman, proses lamaran seringkali membuat pusing. Jangan khawatir, mari kita pelajari pelan-pelan cara melamar yang baik dan benar melalui email.

Faktanya, di zaman sekarang ini, email adalah cara paling umum untuk mengirim surat lamaran. Media ini dapat mengirim file Anda dengan cepat, mudah dan murah. Sebagian besar perusahaan sudah mulai beralih ke rekrutmen secara online.

Pelamar hanya perlu mengirim email sbagian resume, kemudian ketika Anda menghadiri wawancara, perekrut akan meminta file fisik lainnya.

Lalu bagaimana caranya agar surat lamaran kerja Anda dapat diperhatikan oleh pihak HRD?

Mati kita simak ulasannya berikut ini.

Cara Melamar Kerja Via Email

Menghemat biaya dan tenaga bisa menjadi keuntungan utama melamar via email. Namun, tentu ada juga kekurangan yang harus diperhitungkan. Saking mudahnya hingga terkadang Anda lupa mengirimkan lamaran yang bagus. Banyak pencari kerja yang dipulangkan dan lamaran mereka ditolak oleh HRD. Di sisi lain, HRD juga memiliki standar tersendiri untuk menilai seberapa baik surat pengantar yang dikirimkan.

Untuk memastikan bahwa lamaran kerja yang dikirim melalui email layak dan dapat menarik perhatian HRD, perhatikan hal-hal penting berikut.

1. Alamat Email Harus Profesional

Saat melamar pekerjaan melalui email, hal pertama yang harus diperhatikan adalah nama alamat email. Apakah Anda mencoba memverifikasi bahwa email Anda sudah terlihat profesional?

Contoh alamat email profesional adalah sebagai berikut.

          indrakenz@gmail.com

          indrakenz45@gmail.com

          indra_kenz @gmail.com

Jika alamat email masih mengandung kata konyol, silahkan buat email baru untuk melamar pekerjaan secara khusus.

Selain membuat profil Anda terlihat lebih profesional, manfaat lain dari membuat alamat email khusus untuk lamaran kerja adalah notifikasi yang Anda lihat tidak tercampur dengan notifikasi lainnya.

Alamat email yang biasa dapat digunakan untuk mendaftar ke media sosial atau pasar. Sedangkan email khusus dapat digunakan untuk melamar pekerjaan dan kebutuhan profesional lainnya. Jadi, Anda memerlukan setidaknya dua alamat email untuk mempermudah kehidupan sehari-hari Anda.

2. Siapkan File Kerja dengan Format yang Tepat

File atau berkas kerja adalah pendukung untuk memastikan bahwa lamaran kerja Anda lulus kualifikasi pertama. Oleh karena itu, Anda perlu mempersiapkan berkas dengan baik sesuai dengan kebutuhan perekrut.

Dokumen apa yang diperlukan untuk lamaran kerja?

          Daftar riwayat hidup

          Sertifikat

          Transkrip nilai

          Portofolio

          KTP

          SKCK

          Foto identitas

Untuk memudahkan perekrut dalam memverifikasi file yang diperlukan, Anda harus buat dalam format yang sama, yaitu pdf.

Anda perlu scan dokumen yang tidak dapat dikonversi ke PDF, seperti Ijazah, KTP dan SKCK. Setelah itu, perhatikan juga ukuran setiap file dan pastikan tidak melebihi 2 MB.

Catatan penting, jangan mengirim file lamaran dalam format zip atau rar kecuali disediakan oleh perekrut.

Alasannya adalah bahwa file zip atau rar harus di ekstrak terlebih dahulu sebelum dapat dibaca. Hal ini mengakibatkan perekrut harus bekerja dua kali untuk memproses lamaran kerja Anda. Faktanya, perekrut hanya memiliki waktu yang singkat untuk menyeleksi berkas pelamar.

3. Tulis Subjek Email Sesuai Ketentuan

Cara melamar kerja via email selanjutnya adalah penulisan subjek email yang benar. Subjek email tidak boleh dibiarkan kosong atau asal saja. Sebelum membuka email Anda lebih jauh, subjek email adalah hal pertama yang akan dilihat perekrut.

Jadi bisa dibilang subjek email adalah hal pertama yang perlu diperhatikan dengan teliti. Lalu bagaimana cara menulis subjek email yang benar?

Biasanya, perekrut akan menentukan subjek email yang harus dikirim oleh pelamar. Anda cukup mengikuti ketentuan ini. Jika tidak ada persyaratan perusahaan, Anda dapat mengikuti format standar, yaitu Lamaran Kerja_Name_Position.

Contoh: Lamaran Kerja _Indra Kenz_Broker

Subjek adalah tanda pengenal bagi email Anda. Dengan menulis subjek yang tepat, email Anda lebih mungkin dibaca oleh perekrut.

4. Isi Email Tidak Boleh Kosong

Apakah Anda salah satu pelamar yang meremehkan fungsi badan email? Ini mungkin alasan mengapa lamaran kerja Anda tidak pernah berhasil. Badan email yang dikosongkan sama saja dengan tidak menghargai perekrut. Lalu apa saja yang harus diisi di body email? Jawabannya adalah surat lamaran pekerjaan.

Saat melamar melalui email, surat lamaran tidak dilampirkan, tetapi harus ditulis di badan email. Gunakan bahasa yang formal dan efektif. Periksa juga ejaan dan kesalahan ketik, pastikan tidak ada kesalahan ejaan.

5. Kirim Email Sesuai Jam Kerja

Email sebenarnya bisa dikirim kapan saja. Namun perhatikan juga etika saat mengirim email. Agar email Anda dapat dibaca oleh perekrut, kirimkan pada jam kerja, yaitu Senin – Jumat, pukul 08:00 – 17:00.

Agar tidak terburu-buru saat mengirim email, Anda bisa membuat draft di malam hari terlebih dahulu. Setelah itu cek lagi email keesokan harinya lalu kirim.  Berdasarkan jam kerja tersebut, waktu yang paling efektif untuk mengirim email adalah pukul 10:00 – 12:00 pagi atau pukul 15:00 – 16:00 sore.

Lima hal di atas merupakan dasar cara melamar kerja via email yang efektif. Semoga panduan diatas bisa di aplikasikan sebaik mungkin, dan Anda berhasil memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Semoga bermanfaat.